Laporan Bacaan 8

Nama                           : Deka Safitri

Nim                             : 11901265

Kelas                           : PAI 4/D

Mata Kuliah                : Magang 1

Dosen Penganpu         : Farninda Aditya, M.Pd,

           

Laporan Bacaan

Nama Jurnal    : Islam Futura

Judul Jurnal     : Pengembangan Kurikulum Dasar dan Tujuannya

Penulis             : Syamsul Bahri

Tahun Terbit    : 2011

 

A.    Konsep kurikulum

Secara etimologis, kurikulum berasal dari bahasa Yunani yaitu curir yang artinya pelari dan curare yang berarti tempat berpacu. Jadi, istilah kurikulum berasal dari dunia olahraga pada zaman Romawi Kuno di Yunani, yang berarti jarak yang harus ditempuh oleh pelari dari garis start sampai finish. Dapat dipahami jarak yang harus ditempuh di sini bermakna kurikulum dengan muatan isi dan materi pelajaran yang dijadikan jangka waktu yang harus ditempuh oleh siswa untuk memperoleh ijazah. Dalam bahasa Arab, kata kurikulum yang biasa digunakan adalah manhaj, yang berarti jalan terang yang dilalui manusia pada berbagai bidang kehidupan. Sedangkan kurikulum pendidikan (manhaj al-dirāsah) dalam kamus Tarbiyah adalah seperangkat perencanaan dan media yang dijadikan acuan oleh lembaga pendidikan dalam mewujudkan tujuan-tujuan pendidikan.

Menurut S. Nasution, kurikulum merupakan suatu rencana yang disusun untuk melancarkan proses belajar mengajar di bawah bimbingan dan tanggung jawab sekolah atau lembaga pendidikan beserta staf pengajaran. Selanjutnya Nasution menjelaskan sejumlah ahli teori kurikulum berpendapat bahwa kurikulum bukan hanya meliputi semua kegiatan yang direncanakan melainkan peristiwaperistiwa yang terjadi di bawah pengawasan sekolah. Jadi selain kegiatan kurikulum yang formal yang sering disebut kegiatan ko-kurikuler atau ekstra kurikuler.

Dalam pengertian lainnya ditegaskan, bahwa kurikulum adalah keseluruhan program, fasilitas, dan kegiatan suatu lembaga pendidikan atau pelatihan untuk mewujudkan visi, misi dan lembaganya. Oleh karena itu, pelaksanaan kurikulum untuk menunjang keberhasilan sebuah lembaga pendidikan harus ditunjang hal-hal sebagai berikut.

a.       Adanya tenaga yang berkompeten.

b.      Adanya fasilitas yang memadai.

c.       Adanya fasilitas bantu sebagai pendukung.

d.      Adanya tenaga penunjang pendidikan seperti tenaga administrasi, pem-bimbing, pustakawan, laboratorium.

e.       Adanya dana yang memadai,

f.       Adanya menejemen yang baik.

g.      Terpeliharanya budaya menunjang; religius, moral, kebangsaan dan lain-lain,

h.      Kepemimpinan yang visioner transparan dan  akuntabel.

Dalam perkembangan selanjutnya, pengertian kurikulum tidak hanya terbatas pada program pendidikan, namun juga dapat diartikan menurut fungsinya. Muhaimin dan Abdul Mujib menyatakan, bahwa terdapat  tujuh pengertian kurikulum menurut fungsinya, yaitu:

a.       Kurikulum sebagai program studi

b.      Kurikulum sebagai konten

c.       Kurikulum sebagai kegiatan yang berencana

d.      Kurikulum sebagai hasil belajar

e.       Kurikulum sebagai reproduksi kultural

f.       Kurikulum sebagai pengalaman belajar

g.      Kurikulum sebagai produksi

Dengan demikian, pengertian kurikulum dalam pandangan modern merupakan program pendidikan yang disediakan oleh sekolah, tidak terbatas pada bidang studi dan kegiatan belajar saja, akan tetapi meliputi segala sesuatu yang dapat mempengaruhi perkembangan dan pembentukan pribadi siswa sesuai dengan tujuan pendidikan yang diharapkan dapat meningkatkan mutu kehidupannya yang pelaksanaannya bukan saja di sekolah, akan tetapi juga di luar sekolah.

B.     Dasar pengembangan kurikulum

Menurut Audrey Nicholls dan Howard Nicholls, sebagaimana dipahami oleh Oemar Hamalik, bahwa pengembangan kurikulum adalah perencanaan kesempatan-kesempatan belajar yang dimaksudkan untuk membawa siswa ke arah perubahan-perubahan yang diinginkan dan menilai sampai di mana perubahan dimaksud telah terjadi pada diri siswa. Berkualitas atau tidaknya kurikulum yang dirancang, sangat ditentukan oleh dasar pengembangan kurikulum yang kuat.

Nana Syaodih Sukmadinata, dia mengatakan bahwa ada empat dasar/ landasan utama dalam pengembangan kurikulum, yaitu; landasan filosofis, landasan psikologis, landasan sosial-budaya dan landasan ilmu pengetahuan dan teknologi. Untuk lebih jelasnya, dasar-dasar pengembangan kurikulum  tersebut sebagai berikut:

1.      Dasar Filosofis dan Sejarah

Dalam filsafat pendidikan dikenal beberapa aliran filsafat yaitu progresifisme, esensialisme, perennialisme, rekonstruksionalisme dan eksistensialisme.

2.      Dasar Psikologis

Syafruddin Nurdin mengatakan, bahwa pada dasarnya pendidikan tidak terlepas dengan unsur-unsur psikologi, sebab pendidikan adalah menyangkut perilaku manusia itu sendiri, mendidik berarti merubah tingkah laku anak menuju kedewasaan. Oleh karena itu, dalam proses belajar mengajar selalu dikaitkan dengan teori-teori perubahan tingkah laku anak. Landasan psikologis dalam pengembangan kurikulum menempati posisi dan peran penting. Anak merupakan sasaran dan sekaligus target kurikulum, maka pertimbangan secara psikologis menjadi sesuatu yang penting dalam merencanakan dan menyusun kurikulum, sehingga dimungkinkan memperoleh hasil maksimal.

3.      Dasar Sosial-Budaya

Kurikulum yang dikembangkan sudah seharusnya mempertimbangkan, merespon dan berlandaskan pada perkembangan sosial-budaya dalam suatu masyarakat, baik dalam konteks lokal, nasional maupun global. Setiap lingkungan masyarakat masingmasing memiliki sistem-sosial-budaya tersendiri yang mengatur pola kehidupan dan pola hubungan antar anggota masyarakat. Salah satu aspek penting dalam sistem sosial-budaya adalah tatanan nilai-nilai yang mengatur cara kehidupan dan berperilaku para warga masyarakat. Nilai-nilai tersebut dapat bersumber dari agama, budaya, politik atau segi-segi kehidupan lainnya. Sejalan dengan perkembangan masyarakat maka nilai-nilai yang ada dalam masyarakat juga turut berkembang sehingga menuntut setiap warga masyarakat untuk melakukan perubahan dan penyesuaian terhadap tuntutan perkembangan zaman.

4.      Dasar Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Kurikulum seharusnya dapat mengakomodir dan mengantisipasi laju perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga peserta didik dapat mengimbangi dan sekaligus mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk kemaslahatan dan keberlangsungan hidup manusia. Masing-masing dasar tentunya memiliki sumbangan penting terhadap pengembangan kurikulum pendidikan. Dasar filosofis berperan dalam merumuskan tujuan pendidikan. Sementara dasar psikologis memberi gambaran terhadap isi, proses dan evaluasi pendidikan. Adapun dasar sosial-budaya, memberi gambaran tentang tujuan dan isi pendidikan. Sedangkan dasar ilmu teknologi, memberi gambaran tentang isi dan proses pendidikan.

Selain empat dasar yang telah diuraikan sebelumnya, ada beberapa faktor penting yang merupakan dasar pengembangan kurikulum yang perlu diperhatikan di mana pengembangan kurikulum sejatinya dilaksanakan secara terus menerus dan dinamis. Pengembangan kurikulum bukanlah hal yang malah merumitkan sistem pembelajaran, melainkan sebuah langkah antisifatif dalam merespon perubahan sosial yang terus berlangsung tanpa henti. Oleh sebab itu, Oemar Hamalik mengemukakan beberapa dasar yang harus dipertimbangkan dalam pengembangan kurikulum, yaitu:

1.      Kurikulum disusun untuk mewujudkan sisdiknas.

2.      Kurikulum pada semua jenjang pendidikan dikembangkan dengan pendekatan kemampuan.

3.      Kurikulum harus sesuai dengan ciri khas satuan pendidikan pada masing-masing jenjang pendidikan.

4.      Kurikulum pendidikan dasar, menengah dan tinggi dikembangkan atas dasar standar nasional pendidikan untuk setiap jenis dan jenjang pendidikan.

5.      Kurikulum pada semua jenjang pendidikan dikembangkan secara berdivertifikasi, sesuai dengan kebutuhan potensi, dan minat peserta didik serta tuntutan pihak-pihak yang memerlukan dan berkepentingan.

6.      Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan tuntutan pembangunan daerah dan nasional, keanekaragaman potensi daerah dan lingkungan serta kebutuhan pengembangan iptek dan seni.

7.      Kurikulum pada semua jenjang pendidikan dikembangkan secara berdiversifikasi, sesuai tuntutan lingkungan dan budaya setempat.

8.      Kurikulum pada semua jenjang pendidikan mencakup aspek spiritual keagamaan, intelektualitas, watak konsep diri, keterampilan belajar, kewirausahaan, keterampilan hidup yang berharkat dan bermartabat, pola hidup sehat, estetika dan rasa kebangsaan.

C.     Tujuan Pengembangan Kurikulum

Pengembangan kurikulum di Indonesia tidak dapat juga terlepas dari tujuan pendidikan nasional sebagaimana tertuang dalam Undang-undang Nomor 20 tentang Sistem Pendidikan Nasional tahun 2003 (UU Sisdiknas) pasal (3), yang menyebutkan bahwa “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermanfaat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis secara bertanggung jawab.

 Tujuan pengembangan kurikulum juga harus memperhatikan tujuan institusional (tujuan lembaga/satuan pendidikan), tujuan kurikuler (tujuan bidang studi), dan tujuan instruksional (tujuan pembelajaran). Semuanya perlu dipertimbangkan dalam mengembangkan kurikulum. Di sisi lain dapat ditegaskan bahwa tujuan pengembangan kurikulum tidak dapat lepas dari tujuan pendidikan itu sendiri, sebab kurikulum merupakan ujung tombak ideal dari visi, misi dan tujuan pendidikan sebuah bangsa.

Dari paparan di atas dapat dipahami adanya empat tujuan pengembangan kurikulum yang substansial, yaitu:

1.      Merekonstruksi kurikulum sebelumnya;

2.      Menginovasi;

3.      Beradaptasi dengan perubahan sosial (sisi positifnya);

4.      Mengeksplorasi pengetahuan yang masih tersembunyi berdasarkan tujuan pendidikan nasional yang telah dirumuskan.

Dari pengembangan kurikulum harus berakar, namun harus juga berpucuk menjulang tinggi, beranting, dan berdaun rindang. Berakar berarti tetap berpegang kepada falsafah bangsa dan menjulang berarti mengikuti perubahan dan perkembangan zaman.

Komentar