Laporan Bacaan 5
Nama : Deka Safitri
Nim : 11901265
Kelas : PAI 4/D
Mata
Kuliah : Magang 1
Dosen
Penganpu : Farninda Aditya, M.Pd,
Laporan Bacaan
Nama
Jurnal : Manajemen Pendidikan Islam
Judul
Jurnal : Manajemen Kelas Dalam
Meningkatkan Efektifitas Proses Belajar Mengajar
Penulis : Alfian Erwinsyah
Tahun
Terbit : 2017
A. Pengertian
Manajemen Kelas
Didalam Didaktik terkandung suatu
pengertian umum mengenai kelas, yaitu sekelompok siswa pada waktu yang sama
menerima pelajaran yang sama dari guru yang sama pula. Sedangkan kelas menurut
pengertian umum dapat dibedakan atas dua pandangan, yaitu pandangan dari segi
fisik dan pandangan dari segi siswa.
Unsur-
unsur pengelolaan kelas meliputi:
1. Preventif,
yaitu upaya yang dilakukan oleh guru untuk mencegah terjadinya gangguan dalam
pembelajaran. Beberapa upaya atau keterampilan yang harus dimiliki oleh seorang
guru untuk mendukung terhadap tindakan preventis antara lain :
a)
Tanggap / peka
b)
Perhatian
2. Refrensif,
keterampilan refrensif tidak diartikan sebagai tindakan kekerasan seperti
halnya penanganan dalam gangguan keamanan. Keterampilan refrensif sebagai salah
satu unsur dari keterampilan pengelolaan kelas.
3. Modifikasi
Tingkah laku, yaitu bahwa setiap tingkah laku dapat diamati.
a) Pengelolaan
kelompok, untuk menangani permasalahan hendaknya dilakukan secara kolaborasi
dan mengikutsertakan beberapa komponen atau unsur yang terkait.
b) Diagnosis
yaitu suatu keterampilan untuk mencari unsur-unsur yang akan menjadi penyebab
gangguan maupun unsur-unsur yang menjadi kekuatan bagi peningkatan proses
pembelajaran.
B. Fungsi
Manajemen Kelas
Fungsi manajemen adalah sebagai wahana
bagi perserta didik untuk mengembangkan diri seoptimal mungkin, baik yang
berkenaan dengan segi-segi potensi peserta didik yang lainnya. Agar fungsi
manajemen peserta didik dapat tercapai, ada beberapa fungsi manajemen kelas
tersebut sebagai berikut:
1) Memberi
guru pemahaman yang lebih jelas tentang tujuan pendidikan sekolah dan
hubungannya dengan pengajaran yang dilaksanakan untuk mencapai tujuan itu.
2) Membantu
guru memperjelas pemikiran tentang sumbangan pengajarannya terhadap pencapaian
tujuan pendidikan.
3) Menambah
keyakinan guru atas nilai-nilai pengajaran yang diberikan dan prosedur yang
digunakan.
4) Membantu
guru dalam rangka mengenal kebutuhan-kebutuhan murid, minat-minat murid, dan
mendorong motivasi belajar.
5) Mengurangi
kegiatan yang bersifat trial dan error dalam mengajar dengan adanya organisasi
kurikulum yang lebih baik, metode yang tepat dan menghemat waktu.
6) Murid-murid
akan menghormati guru yang dengan sungguh-sungguh mempersiapkan diri untuk
mengajar sesuai dengan harapanharapan mereka.
7) Memberikan
kesempatan bagi guru-guru untuk memajukan pribadinya dan perkembangan
profesionalnya.
8) Membantu
guru memiliki perasaan percaya pada diri sendiri dan menjamin atas diri
sendiri.
9) Membantu
guru memelihara kegairahan mengajar dan senantiasa memberikan bahan-bahan yang
up to date kepada murid.
C. Tujuan
Manajemen Kelas
Tujuan manajemen kelas mengatur
kegiatan-kegiatan peserta didik agar kegiatankegiatan tersebut menunjang proses
pembelajaran di lembaga pendidikan (sekolah); lebih lanjut, proses pembelajaran
di lembaga tersebut (sekolah) dapat berjalan lancar, tertib dan teratur
sehingga dapat memberikan kontribusi bagi pencapaian tujuan sekolah dan tujuan
pendidikan secara keseluruhan. Adapun tujuan dari manajemen kelas adalah
sebagai berikut :
a) Agar
pengajaran dapat dilakukan secara maksimal, sehingga tujuan pengajaran dapat
dicapai secara efektif dan efisien.
b) Untuk
memberi kemudahan dalam usaha memantau kemajuan siswa dalam pelajarannya.
Dengan manajemen kelas, guru mudah untuk melihat dan mengamati setiap kemajuan
atau perkembangan yang dicapai siswa, terutama siswa yang tergolong
lamban.
c) Untuk
memberi kemudahan dalam mengangkat masalah-masalah penting untuk dibicarakan
dikelas demi perbaikan pengajaran pada masa mendatang.
D.
Prosedur Manajemen Kelas
Upaya untuk menciptakan suasana yang diliputi
oleh motivasi siswa yang tinggi, perlu dilakukan manajemen kelas dengan baik.
Langka-langka ini disebut sebagai prosedur manajemen kelas. Adapun prosedur
manajemen kelas ini dapat dilakukan secara pencegahan (Preventif) maupun
penyembuhan (Kuratif).
1. Prosedur
Manajemen Kelas yang Bersifat Preventif Meliputi :
a) Peningkatan
Kesadaran Pendidik Sebagai Guru
b) Peningkatan
Kesadaran Siswa
c) Penampilan
Sikap Tulus Guru
d) Pengenalan
Terhadap Tingkah Laku Siswa
e) Penemuan
Alternatif Manajemen Kelas
f) Pembuatan
Kontrak Sosial
2. Prosedur
Manajemen Kelas yang Bersifat Kuratif meliputi:
a) Identiffikasi
masalah
b) Analisis
Masalah
c) Penetapan
Alternatif Pemecahan
d) Monitoring
e) Memanfaatkan
Umpan Balik (Feed-Back)
E. Pendekatan
dalam Manajemen Kelas
Pendekatan yang dilakukan oleh seorang
guru dalam manajemen kelas akan sangat dipengaruhi oleh pandangan guru tersebut
terhadap tingkah laku siswa, karakteristik watak dan sifat siswa, dan situasi kelas
pada waktu seorang siswa melakukan penyimpangan. Dibawah ini ada beberapa
pendekatan yang dapat dijadikan sebagai alternatif pertimbangan dalam upaya menciptakan disiplin
kelas yang efektif, antara lain sebagai berikut :
a) Pendekatan
Manajerial
b) Pendekatan
Psikologis
c) Pendekatan
Iklim Sosio-Emosional (Socio-Emotional Climate)
d) Pendekatan
Proses Kelompok (Group Process)
F. Implementasi
Manajemen Kelas
Kemampuan mengelola proses belajar
mengajar yang baik akan menciptakan situasi yang memungkinkan anak untuk
belajar, sehingga merupakan titik awal keberhasilan pengajaran. Siswa dapat
belajar dalam suasana wajar, tanpa tekanan dan dalam yang merangsang untuk
belajar. Dalam kegiatan belajar mengajar siswa memerlukan suatu yang
memungkinkan dia berkomunikasi secara baik, meliputi komunikasi guru-murid,
murid-murid, murid-lingkungan, murid-bahan ajar dan murid dengan dirinya sendiri.
G. Proses
Pembelajaran
Proses pembelajaran, dimana proses
interaksi terjadi antara guru dengan siswa, yang bertujuan untuk meningkatkan
perkembangan mental, sehingga menjadi mandiri dan utuh, disamping itu pula
proses belajar tersebut terjadi berkat siswa memperoleh sesuatu yang ada
dilingkungan sekitar. Dalam proses belajar tersebut, siswa menggunakan
kemampuan mentalnya untuk mempelajari bahan belajar. Kemampuan kognitif,
afektif, dan psikomotorik yang dibelajarkan dengan bahan belajar menjadi suku
rinci dan menguat.
H. Faktor-faktor
yang Mempengaruhi Proses Pembelajaran
Faktor-faktor
yang mempengaruhi proses pembelajaran, antara lain :
a) Pengajaran
Berbasis Motivasi.
Motivasi adalah perubahan energi dalam
diri (Pribadi) seseorang yang ditandai dengan timbulnya perasaan dan untuk
mencapai tujuan.
b) Pengajaran
Berbasis Aktivitas
Kegiatan mandiri dianggap tidak ada
maknanya, karena guru adalah orang yang serba tahu dan menentukan segala hal
yang dianggap penting bagi siswa. System penuangan lebih mudah pelaksanaannya
bagi guru dan tidak ada masalah atau kesulitan; guru cukup mempelajari materi
dari buku, lalu disampaikan kepada siswa. Di sisi lain, siswa hanya bertugas
menerima dan menelan, mereka diam dan bersikap pasif atau tidak aktif.
c) Pengajaran
Berbasis Perbedaan Individual
Individual adalah suatu kesatuan yang
masing-masing memiliki ciri khasnya, dan karena itu tidak ada dua individual
yang sama, satu dengan yang lainnya. Ini dapat disebut sebagai suatu kepastian
dan kenyataan. Perbedaan individual dapat dilihat dari dua segi, yakni segi
horisontal dan segi vertikal.
d) Pengajaran
Berbasis Lingkungan
Lingkungan menyediakan rangsangan
terhadap individu dan sebaliknya individu memberikan respon terhadap lingkungan.
Dalam proses interaksi itu dapat terjadi perubahan pada diri individu berupa
perubahan tingkah laku. Dapat juga terjadi, individu menyebabkan terjadinya
perubahan pada lingkungan, baik yang positif maupun yang negatif. Hal ini
menunjukkan, bahwa fungsi lingkungan merupakan faktor yang penting dalam proses
belajar mengajar.
Komentar
Posting Komentar